IT Mengembangkan Inovasi GO GREEN

Teknologi Green pada Perkembangan IT Computer Pada zaman sekarang ini, kita tentu saja merasakan pemanasan global yang semakin meningkat pada kehidupan kita. Oleh karena pemanasan global ini, maka banyak orang berlomba-lomba dalam menggunakan peluang ini untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Begitu pula pada bidang IT, banyak suatu perusahaan yang berlomba dalam memasarkan produknya yang ramah lingkungan alias GO GREEN

Contohnya adalah perusahaan Hawlett Packard yang menciptakan PC berbasiskan processor AMD Cool in Quite 2.0 yang bekerja dengan efektif dan efisien sehingga mengurangi daya yang terpakai.

Selain itu ada pula perusahaan IT dengan brand TOSHIBA yang mengeluarkan notebook yang memiliki ketahanan battery selama 10 jam yaitu jenis Toshiba R400 Tablet PC.

Kemudian ada lagi produk ACER yang menggunakan powersmart key yang menghemat listrik hingga 40% dimana Adaptive Changing Mode yang menghentikan konsumsi listrik jika sudah terisi penuh.

Ketiga contoh di atas merupakan sebagian kecil dari perusahaan-perusahaan IT lainnya yang membuat inovasi GO GREEN pada produknya. Selain mereka menggunakan peluang ini untuk mengambil suatu keuntungan.  Mereka juga memikirkan nasib bumi kita pada saat ini yang sudah sangat tercemar akibat pemanasn global, salah satu penyebab pemanasan global terjadi di bidang IT, komputer type desktop merupakan salah satu penyumbang panas ke lingkungan sekitar. Oleh karena itu mereka (perusahaan IT) juga ikut bertanggung jawab dan berkewajiban dalam menyelamatkan bumi kita yang sudah terkena GLOBAL WARMING.

Mereka menciptakan suatu inovasi dimana agar perangkat IT tidak begitu besar menyumbangkan panas terhadap bumi dan juga mereka menciptakan suatu inovasi teknologi GO GREEN agar kita semua dapat menghemat energi yang semakin lama semakin berkurang.

Untuk sekarang ini, teknologi GO GREEN masih terbilang cukup mahal,kita dapat juga melakukan GO GREEN dengan cara-cara seperti di bawah jika kita belum mampu memiliki  teknologi go green, yaitu :

a. Pemakaian sumber daya dengan bijak

Mematikan komputer dan monitor jika tidak sedang dipakai dan menyalakan printer atau piranti lainnya jika dibutuhkan saja. Dalam prosentase konsumsi listrik pada sebuah unit komputer, ternyata monitor memakan konsumsi listrik sebesar 49% dari total konsumsi dalam satu unit komputer. Disamping itu, manfaatkan fasilitas sistem manajemen penggunaan daya pada komputer, seperti Power Management. Pengaturan pada Power Management memungkinkan ketika dalam keadaan idle, semua sistem akan di non-aktifkan, hal ini berarti penghematan daya.

b. Penggunaan hardware yang low power

Sekarang sudah banyak piranti-piranti komputer yang menggunakan sumber daya yang rendah. Piranti-piranti ini meliputi processor, storage, motherboard, chipset, video card, PSU, optical drive, monitor, dll

•Pemanfaatan sistem daur ulang

Bila komputer sudah usang namun masih dapat dimanfaatkan kembali biasanya sparepart yang masih berfungsi mungkin dapat dipakai sebagai sumber daya tambahan bagi komputer lain. Sedangkan kalau sudah rusak maka sparepart yang ada dapat di daur ulang kembali.

•Penggunaan sistem mobilitas

Infrastruktur yang ada seperti saluran kabel telpon mungkin saat ini dapat berkurang berkat adanya inovasi dalam teknologi informasi dimana kita sudah dapat melakukan komunikasi menggunakan VOIP (Voice Over Internet Protocol). Secara tidak langsung kita sudah mengurangi penggunaan bahan-bahan dari logam yang berbahaya dari struktur kabel tersebut.

•Penerapan sistem upgrade

Disarankan untuk melakukan upgrading per komponen daripada membeli satu buah unit komputer yang lengkap. Hal ini dapat mengurangi “sampah” perangkat atau komponen komputer, seperti Video Graphic Adapter (VGA), prosesor, memory, hard disk, dll.

Hampir setiap metode-metode diatas berhubungan dengan hardware, lalu bagaimana green computing di sisi software? Berikut beberapa metode green computing pada sisi software :

•Pemanfaatan teknologi virtualisasi

Teknologi virtualisasi merupakan software yang mampu melakukan penggabungan beberapa sistem CPU fisik ke dalam satu bentuk Virtual Machine yang jauh lebih handal. Tentunya hal ini dapat mengurangi jumlah hardware maupun konsumsi energi listrik yang digunakan. Disamping itu, virtualisasi tentunya mengurangi energi panas yang timbul akibat banyaknya hardware yang terpasang.

•Menerapkan software engineering dengan benar

Dalam software engineering terdapat banyak metode-metode pengembangan software maupun Business Process Management (BPM). Perancangan bisnis proses, pemilihan bahasa pemrograman dan penulisan kode / algoritma (function) jelas sangat mempengaruhi kinerja prosesor dan memori. Semakin tidak efisien dalam perancangan dan desain, semakin banyak proses yang dilakukan. Semakin banyak proses berarti memakan resource yang banyak dari memori dan kinerja prosesor. Sehingga, prosesor dan memori mengeluarkan energi panas yang besar. Konsekuensinya, pendinginan terhadap prosesor dan memori yang membutuhkan energi listrik yang tidak sedikit. (diambil dari :http://bangsanegara.web.id/2009/03/10/green-computing-ramah-lingkungan-ala-orang-it/)

Oleh karena itu MARI SELAMATKAN BUMI KITA DARI GLOBAL WARMING DENGAN BERALIH KE GO GREEN

Thank’s

Liana Gunawan

writer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: